Translate

Sabtu, 22 Maret 2014

'Hobi Memasak', 'Passion Memasak' dan 'Keharusan Memasak'. Anda yang mana?

Halo Kuliners,

Have a good daaaaayyy dulu lah buat kalian cewek-cewek online seperti saya, Ibu-Ibu muda, Ibu-Ibu yang sudah lama menjadi Ibu, wanita, pria, siapapun yang suka mengunjungi blog ini. Sekali lagi, HAPPY WEEKEND! :)

Post terakhir saya sekitar bulan Oktober 2013. Dalam rentang waktu tak tentu itu, saya sudah mengalami banyak hal menarik. Eits, tapi bukan pengalaman-pengalaman menarik saya yang akan diceritakan, tapi ada satu hal yang menggelitik saya. Kata MEMASAK.

Ketika saya berprofesi sebagai jurnalis, banyak sekali restoran atau cafe yang saya datangi untuk dijadikan tempat review. Makanannya pun beraneka ragam. Rasanya bermacam-macam. Jangan ditanya, mereka pasti menjual kualitas mulai dari interior, taste makanan, penyajian, dan juga service. Nah, sempat masuk ke salah satu restaurant bintang 5 di daerah Jimbaran, saya ketemu dengan Chef yang menyandang gelar Michelin Star Chef, artinya sama seperti gelar MVP-nya pemain basket atau Awards bergengsi sekelas Oscar bagi selebritis dunia. Ngobrol sebentar, saya bertanya kenapa beliau bisa jadi Chef. Katanya,"Cooking is an art, it is not merely the practical execution of the meal. Behind it is research, your own knowledge. An art which presents a thought, a philosophy, whether it is architecture or cookery”. Begitulah. Menyamakan memasak dengan seni, atau bahkan sebuah filosofi, itulah makna passion seorang Chef yang sesungguhnya.
Tapiiii.. yang akan saya bahas disini bukan prestasi Chef itu atau mereview restaurant yang sudah terkenal kualitasnya jempolan (kecuali kalau saya dapat benefit back dari review itu ya, hihihi)
Memasak memasak memasak memasak.... kalau nggak masak, perut nggak akan terisi. Meskipun jaman sekarang apa-apa tinggal beli (gampang dan praktis), tapi seni memasak bukan tidak mungkin ada dalam salah satu diantara kita. Buktinya, ada yang jadi wedding cake decorator, cupcake lukis, Western food, Chinese food, Korean food, dan segala macam bentuk makanan aneh bin nyata yang ada di dunia ini. See? Betapa banyak jumlah manusia yang bisa memasak!

Bagaimana dengan Anda di rumah?

Apa Anda memasak hanya jika suami ada di rumah, anak-anak baru pulang, diri sendiri kelaparan (note: ditujukan kepada kaum penghuni kos sejagat raya) atau untuk keperluan jualan?
Berarti itu termasuk suatu KEHARUSAN. Siapapun tahu kalau Anda bisa memasak, tapi bukan berarti Anda sedang ingin memasak dan juga bukan berarti suka. Apalagi jika ditambah dengan rasa kecewa jika makanan yang Anda masak nggak habis, atau malah rasa kecewanya berganti dengan rasa marah. Siapa tahu kalau Anda nggak masak malah suami marah, anak rewel, diri sendiri kena maag, atau tidak menghasilkan uang sepeserpun hanya karena Anda tidak memasak.

Bagaimana jika HOBBY? Hobi itu kalau ritme mencoba resep barunya nggak tentu, kalau lagi mood, baru deh masak. Kalau nggak mood, malah nggak masak sama sekali. Jadi hal yang berpengaruh disini adalah MOOD. Kurang tepat? Correct me if I wrong :)
Kenapa saya bilang begitu? Karena untuk menjalankan hobby diperlukan rasa gembira untuk menghasilkan masakan yang enak. Buku resep yang sudah dipersiapkan, juga segala macam alat masak yang perlahan-lahan bisa membuat Anda semakin ahli. Learning by doing katanya. Tapi orang-orang yang memasaknya sebatas hobby ini, masih menomorsatukan rasa dan belum menemukan packaging dan cara plating yang 'Duh, Gue banget!'. Yang penting enak dan.. pengakuan atas rasa enak itu masih sangat diharapkan oleh para penghobi masak. Pengakuan adalah segala-galanya *Duh lebay :p

Passion.
Pernahkah Anda menonton Farah Queen di TV, atau Chef Juna, atau siapapun yang bisa mengolah bahan makanan aneh dari seluruh nusantara menjadi lezat dalam sekejap mata? Contohlah dari mereka jika ingin menggunakan memasak sebagai passion Anda. Memasak adalah seni, maka Anda perlu membuka lebar-lebar jalan di otak Anda untuk menemukan ide-ide baru yang brilian dan kreatif. Bukan hanya sebatas hobby, passion akan selalu membuat Anda kecanduan memasak, lagi, lagi dan lagi! Bukan hanya sekedar pengakuan, passion akan menjadikan memasak sebagai profesi dan tujuan Anda bukan lagi suami, anak-anak, diri Anda sendiri, atau bahkan orang yang membeli kumpulan masakan Anda yang telah jadi.
Passion membuat memasak itu menjadi lebih prestisius. Passion membuat memasak menjadi lebih tulus dan lebih memancarkan aura kebahagiaan. Artinya, tidak akan ada raut wajah terpaksa, atau perasaan kecewa jika Anda memasak sesuatu dan tidak disukai orang lain. Penilaian dan pengakuan orang lain bukan lagi tujuan, melainkan kepuasan terhadap diri sendirilah yang utama, keinginan untuk memperbaiki lagi dan lagi, hingga Anda menemukan karakteristik Anda sendiri dalam memasak. Bisa menghasilkan masakan yang indah, enak, sehat dan memikat dan dikenal orang karena ciri khas masakan Anda, itulah passion.

Am I wrong? :)
Happy cooking to all of you, cooking lovers in the whole world!



Enter your email address here, if you like Galeri Kuliner's articles. It will be send to your email for FREE!

Read Also:



Komentar :

ada 5 komentar ke “'Hobi Memasak', 'Passion Memasak' dan 'Keharusan Memasak'. Anda yang mana?”
Kang Tri mengatakan...
pada hari 

artikel menarik bisa menjadi motivasi untuk jualan bandeng presto duri lunak

Kucing persia mengatakan...
pada hari 

saya mah pilih passion berarticle aja :) hehehe

Ukhti Ana mengatakan...
pada hari 

klo saya hobi yg membawa berkah,..
produsen mukena katun jepang

Michael Falcon mengatakan...
pada hari 

aku juga punya hobi masak, kalau lagi ada duit pasti tak habisin buat belanja kebutuhan menu baru. nice info

Julita Carissa mengatakan...
pada hari 

kecanduan memasak, lagi, lagi dan lagi! Bukan hanya sekedar pengakuan, passion akan menjadikan memasak sebagai profesi dan tujuan Anda

paket wisata jogja

Poskan Komentar

Please leave a comment here, but do not use "Anonim" as your user.
Thank you for visiting !

Galeri Kuliner's Owner

Foto saya
orang yang cinta dunia tulis menulis selain memasak :)

Ads Here

::Email or Google+::
nigaluhginanti@gmail.com

Found Me Here

:: Twitter ::
:: Facebook Page ::
Galeri Kuliner

Followers


Friends
Visitors
Site Info
Download
Info

Speak Up

 
This Blog is proudly powered by Blogger.com | Template by Angga Leo Putra